Sejarah Sahabat Peduli

Setitik cahaya menjadi harapan kita bersama, ketika naluri kesadaran kita tergerak untuk melakukan amal nyata, dengan berbagi terhadap sesama maka kitapun dapat saksikan tidak saja para tokoh dan pemuka agama, para cendikiawan, profesional, mahasiswa, pejabat pemerintah bahkan para pengusahapun saat ini telah semakin menyadari hak orang lain dan ia merasa harus memberikannya kepada yang berhak menerimanya.


Kesadaran untuk berbagi tidak saja merupakan sikap mulia yang diajarkan semua agama. Lebih jauh dari itu, pikiran dan naluri manusia sebagai makhluk sosial selalu menuntun kita untuk bersikap peduli dan peka terhadap segala penderitaan, kekurangan dan keterbatasan yang dirasakan oleh sesama. Ada sisi lain dari batin kita yang ikut menderita atau merasa bersalah ketika kita memiliki dan merasakan kemudahan hidup dengan berbagai fasilitasnya sementara disaat yang sama kita tahu di sekitar kita ada yang kekurangan bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokoknya pun terasa sulit.


Dengan demikian, pada 28 Desember 2014 kami berinisiatif untuk mendirikan sebuah wadah untuk peduli terhadap sesama yaitu Yayasan Sahabat Peduli.


Kami mengajak secara bersama-sama mari kita membantu saudara kita yang membutuhkan.